Pagi ini saya datang ke kampus pagi-pagi, terlepas dari status ‘libur’ yang disandangkan untuk beberapa hari/minggu terakhir ini di Institut Pertanian Bogor. Ngapain ke kampus, capek-capek jalan naik motor satu jam dari Kedunghalang pagi-pagi begini kalau nggak kuliah? Sederhana jawabannya, yaitu karena saya menghadiri rapat Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.
Nah, mengenai DPM. Saya yakin teman-teman sudah tahu ya mengenai DPM itu apa. Bagi yang belum tahu… DPM itu sebenarnya bisa dikatakan mirip dengan yang namanya PK (Perwakilan Kelas) pas di SMA. Itu nggak tahu juga? Waduh rada berabe kalau begini… oke deh akan saya jelaskan.
Jadi yang namanya organisasi/lembaga kemahasiswaan di kampus itu ada banyak jenisnya. Ada yang namanya Himpunan Profesi, organisasi kelembagaan, Lembaga Struktural, dan lain-lain. Nah, ada satu yang namanya itu Badan Eksekutif Mahasiswa a.k.a. BEM.
Di universitas, BEM adalah organisasi yang memiliki fungsi eksekutif, atau secara bahasa politiknya adalah menjalankan pemerintahan. Secara garis besar tugas dari BEM adalah menyelenggarakan event-event untuk mahasiswa secara umum. Misalnya nih ya… seminar mengenai penulisan karya ilmiah, seminar motivasi diri, seminar ini itu… atau bahkan mungkin beberapa lomba. Jelasnya BEM itu bagaikan sebuah pemerintah, dengan mahasiswanya bagaikan warga negara.
—memang penjelasannya bakal lebih panjang mengenai BEM, tak sekedar ‘pemerintah’ belaka, tapi itu akan saya jelaskan lain kali. Sekarang, kita masuk ke DPM.


