Tentang KRS dan Kopdar Perdana

Pertama-tama, izinkan saya mengucapkan terima kasih kepada Om Trainer karena telah mengizinkan saya mengirimkan tulisan ini dan menjadi penulis tamu dalam event Karsini miliknya. Sebuah kehormatan besar bagi saya, semoga apa yang saya tulis bisa selalu bermanfaat untuk semuanya :D

Lalu, sudah nyaris empat hari saya tidak berkunjung ke blog ini. Nggak nulis satu tulisan pun, novel dan cerpen terbengkalai, bahkan olahraga pun makin gak beres jadwalnya. Alasannya kenapa? Ada dua:

Pertama, karena saya beberapa hari belakangan ini sedang kerja keras mempersiapkan situs DPM Fahutan IPB agar bisa bekerja dan tampil maksimal. Dari mendesain header, menyusun dan memerbaiki format artikel-artikel yang sudah ada di sana, memilih Theme yang sesuai, dan sebagainya. Periode kuliah Semester Genap sudah mau dimulai, namun situs Dewan Perwakilan Mahasiswa Fahutan belum siap? Kemana saja saya? Ya, silakan, tendang saya #dugh karena kebanyakan santai-santai di rumah :cry:

Anyway! Saya sudah menyelesaikan pembangunan infrastruktur (ceritanya bahasanya mulai berat) sistem informasi online DPM Fahutan periode kepengurusan 2012. Saya mengaktifkan kembali Profil Facebook-nya, akun Twitter-nya, mendirikan Page Google+, hingga memperbaiki situs resminya. Kerjanya sebenarnya nggak terlalu berat, cuma duduk di depan laptop, namun karena internet yang lola (biasalah modem kalau dituntut kerja malah susah mau kerjasamanya) dan saya sendiri yang benar-benar gak begitu siap, jadilah butuh waktu dua hari penuh plus pegal-pegal di pinggang sebelum semuanya benar-benar kembali aktif. Phew. Yah… minimal sekarang sistem informasi online kami sudah kembali bekerja dengan baik, dan kami telah menyampaikan informasi-informasi serta bantuan-bantuan terbaru – terutama yang berkaitan dengan KRS.

Continue reading

PR Angka Sebelas!

Halo. Kemarin itu sebenarnya saya ada rencana mau menyelesaikan dan mem-publish postingan ini, namun batal karena saya menghadiri Seminar Bedah Buku Belajar Merawat Indonesia yang diadakan di IPB. Saya datang sebagai perwakilan dari DPM Fahutan, ditunjuk sama Sang Ketua DPM-nya sendiri, Bang Fahmi, dan karena saya pikir saya nggak ada acara jadilah saya datang.

Acaranya bagus, saya dapat banyak ilmu dan saya dapat buku gratis karena menjadi salah satu dari 100 peserta yang datang paling pertama ke tempat seminar. Meskipun sebenarnya saya datangnya juga nggak pagi-pagi banget, 30 menit sebelum acara mulai… ya, saya pikir saya beruntung :D Saya sampai rumah sudah sore, dan setelah berbagai hal lainnya yang saya kerjakan, saya menulis dan memublikasi apa-apa yang saya catat dari bagian utama acara tersebut, yaitu bagian Bedah Bukunya, di blog Student IPB saya. Silakan dicek dan beri komentar jika berkenan :)

Oke, mengenai postingan ini. Jadi, ini pertama kalinya saya bener-bener dapat tugas ngerjain PR dari temen narablog. Hehe, tugasnya sih.. kalau berdasar yang udah dikerjain mbak Niefha, yang ngasih PR ini ke saya, itu sederhana: tulis 11 fakta mengenai diri saya sendiri, kemudian jawab 11 pertanyaan dari si pemberi PR (lagi, si mbak Niefha, :P ) kemudian tulis lagi 11 pertanyaan untuk diberikan kepada 11 narablog.

Sebenarnya kalau katanya Mbak Niefha, deadline-nya itu satu minggu. Sekarang udah sepuluh hari… ya… anggap aja kelebihan tiga hari itu saya bayar dengan tiga puluh kali push-up deh. Nanti akan saya lakukan :D

Jadi, tanpa banyak basa-basi lagi… kita mulai saja yak! :mrgreen: Continue reading

Peculiar Things: Sebuah Kenyataan

Beberapa hari ini saya cukup sibuk. Agenda olahraga dalam rangka pengurangan berat badan, belajar dan mencari bahan-bahan materi untuk menghadapi UAS, menghafalkan nama-nama daun untuk persiapan menghadapi Ujian Akhir Praktikum Dendrologi, dan – yang paling utama, tentu saja – berburu buku sesuai dengan rencana yang sudah saya susun sejak awal bulan Desember ini.

Musim liburan berarti akan ada banyak orang yang berbelanja. Dan, apabila banyak yang berbelanja, ada kecenderungan akan terjadinya diskon/potongan harga. Dan ternyata memang benar, di mall manapun di Bogor selama tiga hari kemarin semuanya memasang diskon, dan penuh akan pengunjung. Di satu mall saya sampai-sampai tidak kebagian tempat parkir motor, dan terpaksa parkir di dekat pangkalan ojek seberang mall tersebut.

Para pengunjung kebanyakan datang dalam kelompok-kelompok keluarga besar. Banyak yang membawa kakek nenek, ayah ibu, adik cucu keponakan, dan terutama adalah bayi. Berkali-kali saya di eskalator, pasti ada saja bayi yang lagi digendong sama bapak/ibunya, menatap saya dari bahu penggendongnya. Perlu kekuatan tekad yang sangat besar dari diri saya untuk tidak membuat tangan saya melayang dan mencubit pipi-pipi mereka yang imut :3

Anyway, saya bukan mau bercerita mengenai bayi sekarang. Saya mau bercerita mengenai pengalaman saya di toko buku Gramed beberapa hari yang lalu. Continue reading

Kisah Perbedaan Budaya

Hari ini seperti biasa saya masuk kuliah di kampus jam delapan pagi. Kuliah pertama adalah KSDAH, Konservasi Sumber Daya Alam dan Hayati. Sudah berbulan-bulan kuliah ini kami jalani, dengan berbagai dosen yang berbeda, dan setiap dosennya pasti sangat piawai dalam menyampaikan berbagai pesan moral untuk hidup di tengah-tengah kuliahnya.

Nah, hari ini tidak berbeda. Pak Dosen masuk kelas, memberikan materi mengenai kawasan hutan lindung, satu jam mata kuliah berlalu, beberapa anak ada yang sudah mengantuk, ketika mendadak beliau menyambungkan mengenai budaya hutan tanaman rakyat di Sumatera ke perbincangan mengenai budaya-budaya di Indonesia.

Beliau berkata, “Kalian tahu, orang-orang Jawa itu adalah orang-orang yang paling nggak ikhlas dalam bekerja.” Continue reading

The Origins of Dreams: Dua Teori

Kegiatan Malam Forestry Exhibition 2011 telah dilaksanakan kemarin malam, dan dengan bangga saya katakan di sini bahwa acaranya berlangsung dengan cukup sukses. Persiapan dilakukan sejak pagi hari, dengan divisi Logtrans menyiapkan tempat duduk, panggung, peralatan dan semacamnya, dilanjutkan dengan dekorasi dari divisi PDD, publikasi di detik-detik terakhir, dan lain-lain. Semuanya berjalan dengan baik, dan meskipun terjadi mulur waktu cukup lama – nyaris mencapai satu jam – acara tetap berjalan sebagaimana mestinya dan dengan sangat bagus.

Dan, saat lagu terakhir selesai diputar, saat tirai ditutup dan semuanya keluar dari ruangan, saya merasa sangat puas. Semua pengorbanan yang telah saya lakukan, dari tidak tidur semalaman sampai tidak mengikuti beberapa rangkaian kegiatan ospek departemen, terasa sangat layak – really worth it. Saya berpartisipasi dalam kepanitiaan event yang bagus, dan saya bangga karenanya.

Selama seminggu kemarin saya mengurusi cukup banyak hal untuk event ini, terutama hal-hal yang berkaitan dengan kerja di belakang komputer: membuat website, membuat desain untuk Nametag panitia, pengisi acara, kemudian sertifikat, hingga video kaleidoskop yang diputar di tengah-tengah acara, dan lain sebagainya. Mengerjakan hal sebanyak itu, ditambah dengan kegiatan-kegiatan ospek departemen dan tugas-tugas kuliah, ternyata sangat melelahkan. Bermalam-malam saya kekurangan jam istirahat dan jam tidur saya untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut. Menyusun video sampai jam tiga pagi, ketiduran di atas meja atau di sofa, dan lain sebagainya. Namun, yang paling utama dan paling mengganggu saya – bahkan hingga saya sampai ke kampus – adalah mimpi.

...seperti di atas ini. Yeah.

Continue reading

Dunia Masa Depan. Apa Yang Anda Bayangkan?

Waktu itu tahun 2007. Saya pertama kalinya benar-benar keluar dari lingkungan saya yang nyaman, yang telah saya tinggali selama ini, dan menjamah lingkungan baru yang benar-benar tak pernah saya kenal sebelumnya: lingkungan pergaulan metropolitan.

Saya berkenalan dengan beberapa teman. Dengan beberapa keunggulan kecil yang saya miliki, saya berhasil diterima di tengah-tengah mereka. Kami menghabiskan banyak waktu bersama, mengobrol bersama, dan tertawa bersama. Namun, tentu saja yang membuat saya lebih bersemangat dan senang bersama mereka adalah fakta bahwa kami semua sesungguhnya saling bersaing, demi mencapai posisi puncak dalam sebuah event ilmiah yang diselenggarakan saat itu.

Saat itu, kami akhirnya berangkat ke Eropa. Membawa nama Indonesia, yadda yadda dan sebagainya, mewakili negara dalam event internasional ini, etc etc. Saya duduk di sebelah salah satu teman saya tersebut, yang tampak sedang sangat nyaman mendengarkan musik melalui earphone putih yang terpasang di telinganya. Mengangguk-angguk, bergumam rendah, dan sebagainya.

Namun yang membuat saya merasa penasaran bukanlah lagu apa yang sedang dia dengar. Melainkan media yang sedang dia gunakan untuk mendengar: sebuah benda tipis kecil berwarna putih keperakan yang bertuliskan ‘iPod’ di bagian belakangnya.

Continue reading

Deathly Hallows Part II – Personal Review

 

Setelah mengantri cukup lama, berdesak-desakan, dan sempat tarik ulur urat saraf melawan rombongan ABG labil yang menyerobot, serta sempat panik karena mengira uang di dompet tidak cukup, akhirnya kemarin aku berhasil mendapatkan dua tiket bioskop untuk menonton Harry Potter and the Deathly Hallows Part II.

Mungkin sebagian besar dari Anda, para pembaca, sudah tahu bahwa pemutaran film Harry Potter yang terakhir ini terlambat, di Indonesia, disebabkan permasalahan pajak film, importir nakal, petugas pajak yang kurang beres, dan sebagainya. Well, ada kemungkinan bahwa Anda belum tahu, dan saya tak akan menyalahkan Anda. Nyaris semua saluran TV selama beberapa minggu terakhir ini hanya menayangkan mengenai Nazarudin, sampai-sampai saya muak.

FYI, sudah dua minggu ini saya memilih untuk mencari berita-berita aktual di internet, di website-website seperti Detik.com ataupun Kompas.com. Cobalah. Sejauh ini kedua website tersebut tidak pernah luput dari menyiarkan berita-berita terkini, tidak seperti saluran-saluran TV akhir-akhir ini.

Well, saya akhirnya menonton film HPDH2 kemarin. Berangkat berdua bersama adik saya dari rumah, kami mendapatkan tiket untuk pemutaran pukul 20.45. Setelah makan malam lebih dulu di sebuah restoran, kami menontonnya.

…..dan….hasilnya….

…..

Berikut ini adalah review pribadi dari saya mengenai film tersebut, mengenai film Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2. Berikut ini post saya akan penuh dengan pembahasan mengenai film tersebut, dan, tak terhindarkan lagi, SPOILER dalam jumlah besar-besaran. Jika Anda belum menonton HPDH2, dan tak ingin membaca spoiler barang sedikitpun, disarankan jangan membaca. Oke? Okeee.

So… here we go.

. Continue reading