Dhila13 Photo Challenge: Inspirasi

Sebuah suasana di sebuah sore hari yang biasa. Saya dan teman-teman saya bermain voli sementara langit senja berkilauan di penjuru Barat. Cahayanya berkelap-kelip, warna kuning pucat yang semakin  merendah di perbatasan dunia.

Saya sangat menyukai saat-saat ini. Melepas peluh dan lelah setelah seharian penuh berkutat dalam kuliah, akademis, dan kehidupan kampus, sangat lega rasanya bisa menghabiskan waktu dengan berolahraga bersama teman-teman saya. Mengucurkan keringat bersama, tertawa bersama, dan bersenda gurau bersama dalam kegiatan yang menyegarkan dan menyehatkan. Ditemani dengan surya yang tenggelam, bagaikan tersenyum penuh janji akan hari esok yang bisa lebih baik daripada hari ini.

Di saat-saat terberat, di hari-hari kuliah paling menjemukan, seringkali saya membayangkan saat-saat ini sekedar untuk membuat diri saya bahagia. Saat-saat seperti inilah, saat-saat di mana saya dan teman-teman saya bisa bebas dari segala pengekangan dunia, salah satu pendorong dan penyemangat terkuat bagi saya dalam melalui hari-hari saya. :D

Tulisan ini disertakan pada Bukan Kontes Biasa: TASBIH 1433 H di Blog Dhila13

Masa TPB yang Luar Biasa: Awal Mula dan BEM

Pada hari Minggu, 4 Desember 2011, Dewan Perwakilan Mahasiswa Tingkat Persiapan Bersama mengadakan Sidang Umum ke-II. Apa yang dibahas di sini, apa yang disidangkan? Well, sederhana: BEM TPB Kabinet Harmoni, aka. organisasi yang telah saya ikuti selama kurang lebih satu tahun terakhir di Institut Pertanian Bogor.

Sidang berlangsung lancar. Pertanggungjawaban masing-masing departemen dibacakan, program-program kerja dinilai dan dievaluasi. Beberapa ada yang mendapatkan nilai cukup tinggi, hingga mencapai sekitar 80-an persen, sementara beberapa ada yang cukup rendah, namun sebagian besar berada di kisaran rata-rata: 70-an persen.

Di akhir, setelah dijumlahkan dan dirata-rata secara akumulatif, BEM TPB Kabinet Harmoni mendapatkan nilai akhir sebanyak (kurang lebih) 70-an persen. Pertanggungjawaban dari Ketua BEM – Qiyamuddin Robbani – pun diterima.

Dan, dengan demikian, berakhirlah masa jabatan saya dan teman-teman saya kabinet harmoni di Badan Eksekutif Mahasiswa TPB. Kami di-demisioner-kan, dan dengan resmi dinyatakan selesai dalam bertugas. Continue reading

Melihat Dunia? Kenapa?

Saya mengenal internet di usia remaja – kelas dua SMA, lebih tepatnya – dengan sebuah social networking site yang bernama Friendster. Teman saya membantu saya membuat akun di sana saat saya masih kelas satu, namun setelah itu sangat jarang saya urus.

Kenapa? Karena pada masa itu, memiliki sebuah halaman tersendiri di internet, mengurusnya dengan duduk di depan komputer selama berjam-jam, terasa absurd bagi saya. Saya biasa beraktivitas di luar, sekolah saya – sebuah sekolah berasrama, semi-militer di Jawa Tengah – menuntut saya untuk menghabiskan banyak waktu di luar ruangan. Aktivitas outdoor, sebut saja seperti itu, sangat menguras tenaga. Kala itu rasanya sangat absurd bagi saya untuk menghabiskan waktu dan tenaga saya yang hanya tersisa sedikit itu untuk mengurus halaman Friendster.

Semua berubah saat saya duduk di kelas dua SMA. Saat itu, di tahun 2008, kombinasi antara keberuntungan dan skill membuat saya mewakili Indonesia dalam ICYS di bidang Komputer Sains, saya berkenalan dengan banyak orang dari luar negeri. Eropa, khususnya: Rusia, Ukraina, Bulgaria, dan banyak lagi pemuda dari negara-negara Eropa Timur lainnya. Saat itu, media komunikasi satu-satunya yang saya kuasai hanyalah metode SMS. Namun tentu saja lah, tak akan mungkin kami bisa SMS-an terus-menerus antar negara untuk stay in touch. Jadi, mereka pun menyarankan agar saya bergabung dalam sebuah jejaring sosial yang namanya sangat asing bagi saya saat itu: Facebook.

St. Michael's Golden-Domed Cathedral

Continue reading

Candid Photography: Alami nan Kocak

Akhir-akhir ini saya memiliki hobi baru. Membawa kamera Canon Ixus milik saya ke kampus, memotret berbagai hal dan peristiwa. Dan, dari sebagian besar foto yang saya ambil tersebut adalah foto teman-teman saya dalam berbagai kegiatan yang sedang mereka lakukan – dari yang keren sampai yang aneh nan ganjil – dan, sebagian besar dari mereka tidak sadar bahwa mereka sedang difoto.

Istilah kerennya? Candid photography, sebuah metode pemotretan dengan lebih mengedepankan penyatuan kamera dengan kejadian yang sedang berlangsung di hadapan lensa. Sangat berlawanan dengan fotografi klasik yang mengedepankan sebuah latar, panggung, dan objek yang sangat tertata dan diatur. Candid sangat mementingkan juga yang namanya spontanitas. Kita lihat sebuah kejadian yang bagus nan menarik, kita foto. Kita lihat teman yang sedang gaje, kita foto. Dan sebagainya :mrgreen:

Lalu, hobi saya yang baru ini awalnya cukup membuat saya lumayan ‘diserang’ di kampus, dengan kata-kata seperti “Astaga, Kadri? Iseng banget siiih!” atau “Iiiih bilang-bilang dong!” dan yang paling bikin ngek: “Gak nyangka Kadri… ya ampyunn…” :D Contoh foto-foto candid yang akhir-akhir ini saya ambil bisa dilihat nih, di bawah ini :P :

Ada yang merem, ada yang manyun, ada yang ketawa - ramai deh! XD

Ini lagi, ada yang ketawa-ketawa sampai kepala ndongak gitu, eh ada aja yang monyong ngeliatin XD

Continue reading

Akhirnya, Pulang

Kalau mau ditotal, sudah lima tahun saya tidak merasakan puasa di rumah. Berturut-turut. Kemudian, ditotal lagi, sudah tiga tahun saya tidak merasakan lebaran di kampung halaman. Lagi, ini juga berturut-turut. Selalu ada halangan, selalu ada masalah yang menuntut saya untuk tidak pulang.

Waktu SMA, kelas tiga, halangannya adalah ada tugas penelitian karya ilmiah di satu daerah yang jauh. Dua tahun lalu, halangannya adalah ada pekerjaan dan tak ada uang untuk pulang. Tahun kemarin, orangtua saya sendiri tidak di Cilacap.

Dan akhirnya, akhirnya saudara-saudara. Walaupun tahun ini saya tetap tidak melaksanakan puasa di rumah selama tiga minggu, saya akhirnya bisa pulang ke rumah! Saya mudik! Saya balik ke Cilacap, ke kampung saya! Horeeee!!! *nari pom-pom* *apa coba*

Hem. Jadi, saya sedang dalam perjalanan balik ke rumah. Ini ada beberapa foto yang saya ambil pakai hape saya, saat saya sedang di atas kendaraan. Gambarnya blurry, tapi masih bagus kok! :P Yang mau resolusi penuh, bisa dilihat di photoblog saya. Oke? Oke.

Cheers, folks! Selamat menunaikan mudik bagi yang menunaikan, hati-hati di jalan, dan jangan lupa sahur terlebih dahulu kalau Anda mengemudi dan berkendara di siang hari!