The Origins of Dreams: Dua Teori

Kegiatan Malam Forestry Exhibition 2011 telah dilaksanakan kemarin malam, dan dengan bangga saya katakan di sini bahwa acaranya berlangsung dengan cukup sukses. Persiapan dilakukan sejak pagi hari, dengan divisi Logtrans menyiapkan tempat duduk, panggung, peralatan dan semacamnya, dilanjutkan dengan dekorasi dari divisi PDD, publikasi di detik-detik terakhir, dan lain-lain. Semuanya berjalan dengan baik, dan meskipun terjadi mulur waktu cukup lama – nyaris mencapai satu jam – acara tetap berjalan sebagaimana mestinya dan dengan sangat bagus.

Dan, saat lagu terakhir selesai diputar, saat tirai ditutup dan semuanya keluar dari ruangan, saya merasa sangat puas. Semua pengorbanan yang telah saya lakukan, dari tidak tidur semalaman sampai tidak mengikuti beberapa rangkaian kegiatan ospek departemen, terasa sangat layak – really worth it. Saya berpartisipasi dalam kepanitiaan eventĀ yang bagus, dan saya bangga karenanya.

Selama seminggu kemarin saya mengurusi cukup banyak hal untuk event ini, terutama hal-hal yang berkaitan dengan kerja di belakang komputer: membuat website, membuat desain untuk Nametag panitia, pengisi acara, kemudian sertifikat, hingga video kaleidoskop yang diputar di tengah-tengah acara, dan lain sebagainya. Mengerjakan hal sebanyak itu, ditambah dengan kegiatan-kegiatan ospek departemen dan tugas-tugas kuliah, ternyata sangat melelahkan. Bermalam-malam saya kekurangan jam istirahat dan jam tidur saya untuk mengerjakan tugas-tugas tersebut. Menyusun video sampai jam tiga pagi, ketiduran di atas meja atau di sofa, dan lain sebagainya. Namun, yang paling utama dan paling mengganggu saya – bahkan hingga saya sampai ke kampus – adalah mimpi.

...seperti di atas ini. Yeah.

Continue reading

Sedekah dan Sebuah Utopia

Sebuah mimpi, mengenai sebuah dunia.

Alkisah di sebuah desa hiduplah Pak Dokter, Pak Montir, Pak Tani, dan Pak Guru. Mereka masing-masing memiliki keluarga, rumah, profesi, dan hidup yang berbeda-beda.

Di suatu hari yang cukup terik, Pak Dokter berangkat ke tempat prakteknya dengan mengendarai mobilnya. Dia biasa melakukan hal itu, karena jarak tempuh yang cukup jauh: dari ujung desa ke ujung lainnya.

Namun nahas untuknya, saat beliau baru sampai pertengahan jalan, mesin mobilnya mati mendadak. Dicoba dinyalakan berkali-kali, mesinnya tak mau menyala. Kendaraannya mogok, menolak bergerak sedikitpun.

Pak Dokter kebingungan. Walau berpendidikan tinggi dalam bidang ilmu kedokteran, beliau tidak mengerti sama sekali mengenai mekanik, apalagi mengenai mobil. Untunglah, tidak jauh dari situ ada rumah Pak Montir. Datanglah beliau ke rumah Pak Montir, dan memberitahukan masalahnya.

Dengan sigap, Pak Montir keluar dari rumahnya, membawa peralatannya, dan memperbaiki mobil Pak Dokter. Tak makan waktu lama, mobil Pak Dokter telah selesai diperbaiki, dan dapat berjalan kembali.

Pak Dokter merasa sangat bersyukur dan berterima kasih. Dia bertanya kepada Pak Montir, berapa biaya yang harus dia bayar. Namun, dengan ramah Pak Montir berkata, “Terima kasih Pak Dokter, tapi bapak tidak perlu membayar saya. Ini sudah menjadi kewajiban saya untuk membantu jika kendaraan bapak-bapak sekian di desa ini mengalami masalah.”

Dan dengan demikian, diiringi salam hangat dan penuh kekeluargaan, mereka berpisah. Pak Dokter mengendarai mobilnya ke tempat kerja, sementara Pak Montir kembali ke rumahnya. Continue reading

Sebuah Kisah Mimpi

Happy World Environment Day 2011!!

Yap, selamat hari lingkungan hidup sedunia! Saya baru saja diberitahu mengenai ini dari Mas Alam Endah kemarin. Saya tidak tahu mengenai adanya event ini sebelumnya, sama sekali (maklum, kuper :P ). Jadi, begitu saya membaca ajakan dari Mas Alam, saya langsung mencari tahu mengenai event ini sebanyak mungkin.

Ternyata ini adalah sebuah event yang diadakan oleh PBB, dalam rangka salah satu program Penghijauan Kembali Hutan. Website resminya bisa dilihat di sini. Saya pribadi berpendapat event ini sangat bagus, dan menarik. Oleh karena itu, saya ikut berkontribusi dalam event ini. Caranya? Ya, dengan mengikuti challenge dari Mas Alam :mrgreen:

Saya sempat berpikir-pikir: Mau posting apa untuk hari WED ini? Apakah artikel mengenai lingkungan hidup? Apakah pendapat saya mengenai perusakan lingkungan? Saran-saran untuk penghijauan? Atau mungkin, sedikit sharing mengenai masa kecil saya di desa? Akhirnya, setelah menimbang-nimbang, saya memutuskan untuk melakukan sesuatu yang berbeda (baca: ganjil). Yaitu mem-posting cerpen di bawah ini!! :D

Cerpen ini hanyalah sebuah potongan kisah. Bisa dibilang tak ada ending dan tak ada opening-nya. Kenapa bisa? Ya, karena cerpen ini adalah sepenggal bagian dari novel yang sedang saya tulis :D Sesuai dengan yang disarankan Mbak Citra di komentarnya pada posting saya yang terdahulu, saya posting sepenggal dari karya saya yang tak seberapa ini di sini, dengan harapan semoga bisa dibaca dan dinikmati oleh Anda semua (sekalian hitung-hitung promosi, :mrgreen: )

Tema novel yang sedang kutulis ini sebenarnya bukan mengenai lingkungan hidup, namun aku sedikit banyak mengangkat mengenai isu tersebut di sana. Di bawah ini Anda juga bisa melihatnya, walau hanya sedikit namun semoga cukup.

Tak ada basa-basi lagi, selamat membaca. Saya menerima dengan tangan terbuka segala kritik, saran, dan anjuran yang membangun. Semoga Anda menikmati ini!! :D Continue reading

Imagination is High

Imagination is more important than science

- Albert Einstein

Imagination is high. Sanggup mencapai langit tertinggi, melampaui batas-batas dunia nan fana serta melewati tepian alam semesta. Imajinasi memberikan jalan bagi manusia untuk mencapai tujuan mereka, untuk menjawab berbagai pertanyaan dan permasalahan yang mereka miliki, serta memberikan sebuah pelarian dari dunia nyata. Continue reading

Fluttering

Seorang gadis.

Gadis yang sama dengan gadis yang kutemui setiap hari di kelasku. Dia duduk beberapa meter dariku, dengan sebuah buku terbuka di tangannya, membaca dengan senyum samar di wajahnya.

Aku melihat ke sekelilingku, dan menyaksikan semuanya serba putih. Seolah aku berada di dalam kabut tanpa batas. Tak ada atas, bawah, kanan, kiri di sini. Tak ada langit dan bumi, tak ada apa-apa di sini.

Semuanya kosong, menyebar hingga ke batas terjauh. Continue reading

It’s a strange dream, indeed

Aku bermimpi aneh semalam.

Aku berada di sebuah taman, sendirian di tengah-tengah salju yang menutupi rerumputan dan pepohonan. Putih dan hijau sejauh mata memandang di hadapanku, samar-samar aku mengenali di mana aku berada.

Taman Kota Chernivtsi, Ukraina. Tempat yang pernah kukunjungi bertahun-tahun lalu.

Namun ada yang berbeda di sini. Aku ingat dulu tempat ini penuh akan orang-orang berlalu-lalang. Muda-mudi duduk di atas rumput hijau, tertawa dan bercanda ria. Sepasang kekasih duduk dengan kepala si gadis menyandar ke bahu si pria. Seorang pria tua duduk di bangku taman, tersenyum bahagia memandangi cucunya yang baru berusia lima tahun berlarian sembari berteriak-teriak dengan riangnya. Dua orang pria dewasa yang sedang membaca koran, empat ibu-ibu yang mengobrol, serta seorang seniman jalanan yang memainkan biola dengan kepiawaian melampaui pemain-pemain orkestra.

Kehidupan, semuanya menyala dengan terangnya di siang hari yang sejuk tersebut. Continue reading