Why Luna?

Kenapa namanya Luna? Itu adalah sebuah pertanyaan yang sering saya dapatkan, baik itu dari teman-teman saya di kampus maupun dari berbagai teman internet yang pernah mengunjungi blog saya ini, lunacrafts.wordpress.com . Meskipun sebenarnya, sebagaimana teman-teman sudah ketahui juga ya, nama-nama aneh dalam URL sebuah blog itu tidaklah langka di internet sekarang ini, tetap saja ada keanehan bagaimanaaa gitu dari teman-teman saya setiap kali menemukan nama URL blog saya ini.

Mungkin ada hubungannya dengan saya yang biasa tampil kaku di kehidupan nyata. Atau dengan sejarah kepribadian saya yang senantiasa tegas dan rasional dalam berbagai hal. Well sir, sebagaimana yang Anda ketahui dari banyak orang juga, tidak semua manusia di kehidupan nyata itu menampilkan diri mereka sepenuhnya apa adanya. Dan, termasuk diri saya juga, saya sebenarnya menyimpan banyak hal lain dalam diri saya – hal-hal unik, aneh, dan gaje.

Sebelum memulai buka-bukaan besar-besaran ini, mungkin sebagian besar dari teman-teman sudah tahu, bahkan sudah bosan, mengenai bahwa saya menyukai serial Harry Potter semati-matinya suka. Fans berat, saya bahkan nyaris hafal semua tanggal ulangtahun setiap tokoh yang ada di buku (bukan di wikipedia, apalagi dari Harry Wiki). Saya hafal mantra-mantra di ketujuh buku, yang jika dijumlahkan mungkin angkanya melampaui jumlah nama pohon di kuliah Dendrologi saya yang hingga saat ini bahkan belum berhasil saya hafalkan setengahnya saja.

Dan, salah satu karakter yang paling saya sukai, paling saya favoriti, di serial Harry Potter adalah gadis ini: Luna Lovegood

First illustration of Luna

“She had straggly, waist-length, dirty blonde hair, very pale eyebrows, and protuberant eyes that gave her a permanently surprised look. Harry knew at once why Neville had chosen to pass this compartment by. The girl gave off an aura of distinct dottiness. Perhaps it was the fact that she had stuck her wand behind her left ear for safekeeping, or that she had chosen to wear a necklace of Butterbeer caps, or that she was reading a magazine upside down.”

Dari deskripsi tersebut, saya langsung tahu bahwa saya akan menyukai karakter gadis yang satu ini. Gadis ini tidak akan sama seperti karakter-karakter lainnya, begitu pikir saya. Gadis ini menarik, dan bahkan satu chapter khusus dinamai dengan namanya. Gadis ini akan berperan sangat penting dan sangat berarti nantinya, begitu pikir saya. Hero’s love interest? Mungkin. Hidden villain? Maybe, though unlikely.

Paragraf demi paragraf berlalu, diikuti dengan halaman demi halaman, dan saya mendapati bahwa dia benar-benar karakter yang menarik. Kehadirannya selalu membuat saya menepuk dahi saya, menutup muka saya karena frustasi, tapi juga tertawa terbahak-bahak dan terkekeh sampai teman-teman saya menatap saya dengan bingung jika saya membaca buku HP-5 di dekat mereka saat itu.

Even there were things considered as 'impossible' and 'crazy' by the Wizarding World.

Kenyataannya adalah, karakter Luna adalah karakter yang paling unik di sepanjang serial. Dia itu gila. Hm? Yap, gila. Gila dengan kata lain benar-benar gila, flat-out mad, crazy, insane, whatever the words. She is MAD, that’s an unbroken fact, and nothing changes that. Kelakuannya, sikapnya, kata-katanya selalu menjadi semacam pemecah di sepanjang Order of the Phoenix. Kegalauan Harry, gelapnya suasana dan situasi para karakter, serta suramnya plot, semuanya selalu buyar setiap kali seorang Luna Lovegood muncul. Kemampuannya untuk berdiri sendiri, dengan kepribadian sangat kontras dibandingkan lingkungannya, membuat dirinya menjadi semacam mercusuar di sekujur buku Order of the Phoenix.

Secara kontras pula, Luna adalah sebuah antitesis dari karakter Hermione. Di mana Hermione adalah seorang yang sangat logis, rasional, dan linear, Luna adalah seorang yang imajinatif, irasional (baca: insane), dan awut-awut tak keruan. Luna mengaku bisa melihat hewan-hewan yang tak bisa dilihat oleh orang-orang lainnya, dia percaya akan hal-hal yang bahkan dunia sihir pun, masyarakat penghuni dunia fantasy pun, tidak mempercayainya. Dan dia berdiri teguh akan pendiriannya, akan kepercayaannya tersebut, meskipun anak-anak sebayanya menjauhinya, mengejeknya di belakangnya, dan mengerjainya berulang kali.

Bahkan, satu fakta paling menarik yang JK Rowling sendiri berikan kepada para pembaca pada buku kelima, adalah bahwa beberapa hal yang Luna katakan adalah benar. Thestral, contohnya. Dia mengaku bisa melihatnya, dan meskipun orang-orang skeptis kepadanya, terbukti bahwa dia benar. Kemudian ada lagi ketika di Departemen Misteri, saat Luna mengaku mendengar suara-suara dari balik Selubung Kematian. Sebagai bukti bahwa kedua hal tersebut benar, JKR menunjukkan pada kita bahwa Harry bisa melihat dan mendengar apa yang diakui Luna tersebut.

Dan muncullah pertanyaan besar, saudara-saudara, teman-teman sebangsa dan setanah air: apa saja sebenarnya yang dilihat oleh Luna? Apa yang bisa dia rasakan namun tak bisa orang lain rasakan? Apakah itu semua benar adanya? Apakah memang ada hal-hal yang jauh lebih imajinatif dibandingkan sihir dan batu keabadian? Sebuah fantasi dari fantasi?

Saudara-saudara, dalamnya karakter seorang Luna Lovegood nyaris tak terhingga. JK Rowling menciptakan karakter yang luar biasa, penuh potensi dan kekuatan. Seorang remaja yang secara flat-out sangat mencolok dari lingkungannya, dijauhi oleh orang-orang sebayanya, namun tidak secuil pun tampak keberatan akan perlakuan tersebut. Dia berdiri di kakinya sendiri, teguh pada apa yang dia percayai. Memberikan pertanyaan besar berikutnya, yaitu bagaimana bisa dia begitu teguh? What did you see, Luna? What was it that made you were so strong? Begitu tangguh… begitu… inspiratif, terutama bagi orang-orang… seperti saya? Yang seringkali merasa out of sync dengan dunia?

Crazy and lovely

Lanjut, saya bukan penggemar berat film Harry Potter. Hanya dua film HarPot yang saya anggap benar-benar bagus, dan itu adalah dua film terakhir. Namun waktu itu, saya menyengajakan diri untuk menabung dan pergi ke bioskop demi menonton film Harry Potter kelima. Semata-mata demi melihat Luna Lovegood hidup, langsung, di layar. Saya sudah mendengar dan mempelajari berbagai hal mengenai aktris pemeran dirinya, Evanna Lynch, namun saya belum merasa puas jika menontonnya langsung.

Hasilnya? Karakter favorit saya dimainkan dengan sangat luar biasa. Meski ada banyak dialog yang terkesan canggung (Blame the scriptwriters), dan banyak adegan yang terkesan flat-out wrong di sepanjang film (karena tidak sesuai dengan imajinasi saya saat membaca bukunya) saya acung jempol sebanyak-banyaknya kepada siapapun yang telah memilih cewek ini sebagai pemeran Luna. She’s perfect. Great acting, great portrayal of the most lunatic girl from this whole legendary saga. I saw Luna Lovegood standing there, offering her living, breathing smile to people, including us – the audience.

Intinya? Saya suka dengan Luna Lovegood di film.

Never happens in canon, but a fans can hope, right? :P

Ekspektasi saya tidak semuanya benar, meskipun di buku kelima banyak potensi luar biasa akan diri karakter yang satu ini. JKR sepertinya memutuskan untuk tidak terlalu mengeksplorasi karakter Luna Lovegood ini di buku keenam, karena Half-Blood Prince ternyata mengubah Harry Potter yang saya kenal menjadi semacam novel teen romance, dan memilih untuk fokus dalam drama Harry/Ginny/Dean, Lavender/Ron/Hermione, alih-alih mengungkap lebih banyak mengenai hal-hal hebat yang dia tuliskan di buku keenam: Departemen Misteri? Luna? Wrackspurt? Kenapa tidak didalami? Tentu, pilihan JKR dalam menulis HBP dengan cara demikian bukan hal yang buruk, namun tetap saja, menyadari bahwa ternyata Luna tidak akan menjadi apapun yang saya bayangkan – baik itu villain hingga love interest dari seorang Harry Potter (baik buku maupun filmnya menunjukkan tanda-tanda itu akan terjadi lho! Dan saya – pas di akhir buku pun – sebenarnya sudah menjadi seorang shipper Harry/Luna :( ) – itu cukup mengecewakan. :cry:

Luna adalah karakter yang memberikan impact cukup besar kepada saya. Saya membaca mengenai dirinya, mengenal dirinya, pada masa-masa saya paling membutuhkannya: masa-masa remaja. Di saat saya sedang mencari jati dan identitas diri, kelabilan dimana-mana dan kepribadian asli mulai tergoyahkan oleh sesuatu yang bernama pergaulan, Luna mengajarkan pada saya banyak hal: it’s okay being imaginative. It’s okay to stand out in the crowd, having them laugh at you and ridicule you. Waktu akan membuktikan dirinya bersama dengan janji dari Yang Maha Kuasa: Kita tak akan pernah sendiri. Akan ada orang-orang yang mau bersama kita, menerima kita apa adanya. Orang-orang yang akan membuat kita merasa layak untuk memperjuangkan mereka, orang-orang yang kita akan setia bersama mereka, dan mereka akan setia bersama kita.

Ringkasannya? Saya mencintai Luna Lovegood. Dia adalah sumber inspirasi terbesar saya, sumber tawa saya yang murni, sekaligus orang yang paling dekat dengan diri saya. Dia adalah seseorang yang menjadikan saya seperti sekarang ini, pribadi yang lebih kuat, dan seseorang yang lebih baik, dibandingkan diri saya dahulu kala.

Dan, itulah sebabnya blog ini dinamakan lunacrafts. Luna = Luna, dan Crafts = karya. Semua yang ada di sini, termasuk diri saya yang menulis ini, adalah bagian dari karya seorang Luna. Seorang yang aneh, yang rada gilak, dan gaje parah, namun juga seorang yang sangat kuat dalam pendiriannya dan dirinya. Itulah saya. Selamat datang, selamat membaca :D

7 thoughts on “Why Luna?

  1. luna lovegood itu bagiku seperti gambaran para biksu. sekilas mereka tampak cengengesan, bicara hal2 yang nggak masuk akal tapi sebenernya mengandung kebijaksanaan. :D

  2. jadi ingat salah satu quotes di novel area X (Eliza V Handayani)

    kita adalah diri kita sendiri
    tetapi akan selalu ada
    meskipun sedikit
    meskipun kau pikir mustahil
    meskipun kau tidak merasakan kehadirannya
    tetapi selalu ada
    orang-orang yang berpikir sepertimu
    bisa memahamimu
    dan bisa menyayangimu
    tidak seorang pun benar-benar sebatang kara
    kita tidak pernah benar-benar sendirian

  3. wah, saya juga suka dengan karakter itu, Kadri!!
    entah mengapa, sejak awal baca url blog Kadri,
    langsung terpikir bahwa luna yang dimaksud di sana adalah Luna Lovegood..
    dengan analisis bahwa Anda adalah penggemar fiksi macam Harry Potter dll.. hehe
    ternyata benar ya :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s